LAPORAN LAB
MEKATRONIKA
“Sensor Laser dengan Photodioda”
“Sensor Laser dengan Photodioda”
KELOMPOK 3 :
1.
Ika Lestari 09/EK2D
2.
Lailatul Septiani 11/EK2D
3.
Rio Andika Satriya W 17/EK2D
4.
Tommy Haripin 20/EKD
POLITEKNIK
NEGERI SEMARANG
2016/2017
2016/2017
I.
Judul
: Sensor Laser dengan Photodioda
II.
Dasar
Teori
1.
Photodioda
Photodioda
adalah suatu jenis dioda yang resistansinya berubah-ubah kalau cahaya yang
jatuh pada diode berubah–ubah intensitasnya. Dalam
gelap nilai tahanannya sangat besar hingga praktis tidak ada arus yang
mengalir. Semakin kuat cahaya yang jatuh pada diode maka makin kecil nilai tahanannya,
sehingga arus yang mengalir semakin besar. Jika photo diode persambungan p-n
bertegangan balik disinari, maka arus akan berubah secara linier dengan kenaikan
fluks cahaya yang dikenakan pada persambungan tersebut.
Photodioda bekerja mirip dengan dioda Zener yaitu pada bias
mundur. Pada saat cahaya dengan panjang gelombang yang sesuai mengenai
fotodioda, maka akan ada arus yang mengalir. Sehingga energi cahaya dipergunakan
untuk menghasilkan pasangan elektron-hole didekat hubungan. Arus tsb kira-kira
sebanding dengan intensitas total cahaya datang. Perbandingan arus pada saat
dikenai cahaya dengan pada saat tidak ada cahaya ternyata cukup
besar. Karakteristik ini diperlukan sebagai transducer cahaya. Umumnya
fotodioda terbuat dari silicon dengan waktu reaksi.
IC 555 adalah sirkuit terpadu yang
dapat digunakan sebagai pewaktu dan multivibrator.
Tegangan output
Maksimum / Saturasi adalah +/ - Vcc. Tegangan Op-Amp tidak bias melampaui tegangan
+/- Vcc. Jadi :
·
Jika Vin + > Vin- , Maka Vo=
+Vccà Vin = +
·
Jika Vin + = Vin - , Maka Vo =
0 à
Vin = 0
·
Jika
Vin + < Vin , Maka Vo = - Vccà
Vin = -
·
Jika
– Vcc = 0 , Maka Vo = 0
Pernyataan diatas dikarenakan
Rangkaian Diberi catu daya +Vccdan 0 Volt ,Maka Vo hanya bertegangan +Vccatau 0
Volt.
III.
Alat
dan Bahan
1.
Sensor
2.
Penggaris
3.
Multimeter
4.
Penghalang
5.
Modul
IV.
Gambar
Rangkaian
V.
LangkahKerja
1.
Siapkan
Sensor Laser danfotodioda
2.
Letakkan
Kedua alat tersebut berhadap – hadapan pada jarak tertentu.
3.
Ukur
Tegangan yang ada, lalu catatlah tegangan dan jaraknya.
4.
Kemudian
Berilah Penghalang pada kedua alat tersebut, ukur juga tegangan yang ada, Lalu catat
kembali.
5.
Ulangi
Langkahke 3 dan 4 dengan jarak yang berbeda-beda.
VI.
Data
Tabel 1 : Vs = 5,27 V
|
Jarak
(cm)
|
Vo
Terbuka
|
Vo
Tertutup
|
|
7
|
5,13
|
0,16
|
|
14
|
4,23
|
0,36
|
|
21
|
5,11
|
0,31
|
|
28
|
5,13
|
0,43
|
|
35
|
5,12
|
0,46
|
|
42
|
5,15
|
0,45
|
|
50
|
5,14
|
0,29
|
|
100
|
5,10
|
0,22
|
|
150
|
2,54
|
0,28
|
|
200
|
2,48
|
0,18
|
|
250
|
2,39
|
0,33
|
Tabel 2 : Vs = 9,15 V
|
Jarak
(cm) |
Vo
Terbuka
|
Vo
Tertutup
|
|
7
|
9,05
|
0,56
|
|
14
|
9,04
|
0,64
|
|
21
|
9,09
|
0,33
|
|
28
|
9,08
|
0,58
|
|
35
|
9,05
|
0,63
|
|
42
|
9,13
|
0,69
|
|
50
|
9,08
|
0,33
|
|
100
|
9,12
|
0,26
|
|
150
|
9,11
|
0,43
|
|
200
|
9,12
|
0,19
|
|
250
|
9,10
|
0,32
|
Tabel 3 : Vs = 12,30 V
|
Jarak
(cm) |
Vo Terbuka
|
Vo Tertutup
|
|
7
|
0,62
|
12,25
|
|
14
|
0,65
|
12,21
|
|
21
|
0,61
|
12, 22
|
|
28
|
0,62
|
12,25
|
|
35
|
0,47
|
12,21
|
|
42
|
0,63
|
12,25
|
|
50
|
0,55
|
12,26
|
|
100
|
0,51
|
12,25
|
|
150
|
0,48
|
12,26
|
|
200
|
0,51
|
12,24
|
|
250
|
0,30
|
12,22
|
VII.
Penjelasan
Setelah melakukan praktikum kali
ini, kami memahami bahwa pada percobaan Sensor Laser dengan Photodioda ini
dengan merubah jarak ukur akan menghasilkan tegangan keluaran yang
berbeda-beda. Dari 3kali percobaan yang kami lakukan, kami menggunakan tegangan
input yang berbeda. Dan jarak ukur yang kami gunakan berubah-ubah. Hal ini
mengakibatkan tegangan keluaran (Vo) yang terukur pada IC 555 kaki (x) berubah
pula, dan apabila sensor laser photodioda kami tutup maka tegangan keluaran
(Vo) yang terukur akan besar hampir mendekati tegangan masukan (Vi).
VIII.
Kesimpulan
Photodioda bekerja mirip dengan dioda Zener yaitu pada bias
mundur. Pada saat cahaya dengan panjang gelombang yang sesuai mengenai
fotodioda, maka akan ada arus yang mengalir. Arus tsb kira-kira sebanding dengan
intensitas total cahaya datang. Semakin
kuat cahaya yang jatuh pada diode maka makin kecil nilai tahanannya, sehingga
arus yang mengalir semakin besar.
Sehingga dengan
merubah-ubah jarak ukur sensor laser akan membuat tegangan keluaran (Vo) yang terukur berubah-ubah pula, ini pada
keadaan sensor Laser terbuka tegangan keluaran akan kecil dan sebaliknya jika
sensor Laser tertutup akan membuat modul lampu mati sehingga tegangan keluaran
(Vo) yang terukur akan mendekati tegangan input (Vi). Catatan kami adalah
intensitas cahaya ruangan sangat berpengaruh pada percobaan kali ini. semakin kuat cahaya yang jatuh pada diode maka makin
kecil nilai tahanannya, sehingga arus yang mengalir semakin besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar